Pasang Iklan Anda di Blog Ini?
Gak Ribet, Langsung Nego Posisi
Info Lebih Lanjut [ Kontak Kami]

Kesalahan yang Biasa dilakukan Ketika Mendidik Anak

Mendidik anak merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang tua. Dengan melihat bagaimana anak tersebut di didik telah menggambarkan bagaimana kepribadian dan masa depan anak tersebut kelak.Terkadang banyak orang tua yang kadang seolah tidak memperhatikan hal hal kecil. Banyak juga orang tua yang sibuk dengan aktivitas mereka sehari hari dan melupakan peran mereka dalam mendampingi anak mereka.
Berikut ini, ada beberapa hal sederhana yang memiliki efek besar dalam pembentukan kepribadian anak. Hal ini mungkin saja luput dari pemikiran kita. Berikut hal kecil yang berefek besar dalam mendidik anak dikutip dari Ustadz Faridz Ahmad.

Cara Mendiamkan Anak yang Menangis

Ketika menangis, jangan menyuruh anak untuk diam secara langsung. Apalagi dengan ancaman dan tindakan memaksa. Ketika anak menangis kondisi psikologisnya berada dalam keadaan sedih. Apabila dipaksa dan diancam untuk diam akan menambah tekanan psikologisnya. Memang anak akan diam misalnya ketika diancam. Tetapi apa anda pernah berpikir bagaimana psikologisnya?

Untuk mengatasi anak yang menangis, jika hendak mendiamkannya, alihkan perhatiannya. Usahakan mengalihkan perhatian dengan menunjuk benda benda ditempat leih tinggi. Misalkan, menunjuk awan. " Eh kamu, coba lihat awan di sana bentuknya aneh ya?". Dengan demikian anak akan memperhatikan hal baru dan 'melupakan' tangisnya.

Cara Menyuruh Anak Berhenti Bermain

Kembali pada diri anda. Apakah anda senang untuk dilarang melakukan hal yang anda sukai? Tentu saja tidak. Begitu juga dengan anak anak anda. Bila ingin menghentikan anak anda ketika bermain, berikan dia toleransi waktu.

Jangan pernah berkata " Sudah Mainnya, sekarang kamu harus...". Tetapi berikan anak tersebut limit waktu dan toleransi. Seperti " Kamu mainnya 5 menit lagi ya". Ingatkan lagi ketika waktunya telah berjalan 2 menit. Jika telah habis maka katakan " waktumu sudah habis untuk bermain, ayo."

Hal ini akan memberikan dampak pada pembentukan karakter. Anak diajar untuk bernegoisasi dan demokratif. Anak tidak merasakan sebuah aturan yang otoriter dari orang tuanya.

Cara Menyuruh Anak Diam Ketika Berisik

Namanya juga anak anak, pasti sering ribut dan berisik. Jika menjumpai hal ini jangan disuruh diam atau dengan marah menyuruh mereka untuk diam. Tetapi lakukan hal lain untuk mengalihkan aktivitas mereka.

Misalkan, " Mama punya cerita loh tentang... tapi kalian harus diam dulu, gimana mama bisa cerita kalau kalian ribut". Ketika anak dipaksa diam bahkan disuruh dengan emosional, secara tidak langsung ini akan berdampak pada jiwa mereka. Mereka akan takut untuk melakukn sesuatu, karena ketika anak anak berisik sebenarnya ini adalah cara mereka berekspresi dan berkreativitas. Sekarang, hal tersebut anda marahi, lantas anak tersebut akan menjadi 'trauma' untuk melakukan sesuatu lagi ke depannya.

Berikan waktu yang Cukup dalam Memperhatikan Mereka

Masa kecil anak tersebut harus dilewati dengan kebahagiaan. Jangan terlalu memaksakan kehendak agar anak menjadi seorang apa. Memaksa anak untuk belajar berhitung dan kemampuan akademis lain dengan cepat. Kenali waktu dan periode yang cocok dalam pendidikan anak.

Jangan lupa perhatian penuh ketika waktu luang. Jika tidak sibuk, mengurangi hal yang anda nikmati secara pribadi demi anak anak akan lebih baik. Misalkan mengurangi nonton TV demi bisa bersenda gurau dengan anak anak. Apalagi di zaman sekarang, peran ponsel dan social media; tak ada salahnya mengurangi sedikit waktu ber-sosial media dan mendampingi anak anak untuk bercerita santai, mengobrol sesuatu dengan anak anda.

Loading...