Pasang Iklan Anda di Blog Ini?
Gak Ribet, Langsung Nego Posisi
Info Lebih Lanjut [ Kontak Kami]

Cara Menghitung Rating Siaran TV Indonesia

Mungkin Ada dari Anda yang bertanya-tanya setelah menonton suatu acara televisi istilah rating. Rating sendiri sebagaimmana kita ketahui bisa disebut ranking atau peringkat. Semua acara ditelevisi akan dirating. Dengan adanya rating itulah nantinya akan menjadi acuan bagi para pemasang iklan di media itu. Rating ini akan menunjukkan apakah program yang ditayangkan termasuk kategori yang paling banyak ditonton atau tidak oleh pemirsa

Mekanisme sederhananya kita lihat jika ada suatu siaran televisi yang memiliki jeda iklan yang banyak, itu artinya rating acara tersebut tinggi, karena pada saat acara itu banyak mata yang menonton. Maka para peng-iklan berebut waktu untuk memasang reklame mereka. Biasanya pada siaran televisi yang memiliki rating tinggi akan ditayangkan pada jam-jam tertentu. Baca JugaTarif Pasang Iklan di TV.

Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimana cara mereka menghitung rating tersebut? Berikut BPO akan memberikan informasi bagaimana mekanisme perhitungan rating siaran televisi.

Saat ini, Stasiun TV di Indonesia menyewa jasa AGB Nielsen Media Research dalam perhitungan rating dan share TV. AGB Nielsen Media Research menurut informasi mengambil data dari 10 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, Banjarmasin dan Denpasar). Ada 10 stasiun TV yang menyewa jasa perusahaan ini yaitu, RCTI, SCTV, Trans TV, Indosiar, MNC TV, Trans 7, Global TV, ANTV, tvOne, dan Metro TV.

Sebelum menghitung rating suatu program TV beberapa istilah yang harus dikenali antara lain,
Universe : total seluruh pemilik TV
TVR : TV Rating, persentase jumlah penonton dibagi total seluruh pemilik TV 
TVS : TV Share, persentase jumlah penonton dibagi total penonton disemua TV yang sedang menonton

Bedakan antara TVR dan TVS, TVR itu dibagi dengan seluruh Pemilik TV sementara TVS dibagi dengan semua orang yanglagi nonton

Ok sekarang kita ambil sebuah contoh untuk perhitungan sederhana,

Jumlah Pemilik TV dikota Bandung adalah 20 juta, sementara terdapat 3 stasiun TV di kota ini. Sekarang untuk menghitung TVR dan TVS TV pada jam 7-8 malam, dimana didaptkan data Stasiun RCTI   ditonton oleh 5 juta orang, Stasiun SCTV ditonton 4 juta orang dan Trans 7 ditonton oleh 2 juta orang. (Ini hanya demo)

Data diatas dapat disimpulkan.

Universe : 20 juta
RCTI: 5 Juta
SCTV : 4 Juta
Trans 7 : 2 Juta
Jumlah penonton TV pada jam tersebut adalah : 5 + 4 + 2 = 11 juta orang

Sekarang dalam Ratingnya bisa dihitung
TVR
  1. Rating RCTI : Jumlah penonton RCTI / Universe X 100% = 5 juta / 20 juta X 100% = 25.0 %
  2. Rating SCTV : Jumlah penonton SCTV  / Universe X 100% = 4 juta / 20 juta X 100% = 20.0 %
  3. Rating Trans 7 : Jumlah penonton TV C / Universe X 100% = 2 juta / 20 juta X 100% = 10.0 %
TVS
  1. ShareRCTI : Jumlah penonton RCTI / total penonton X 100% = 5 juta / 11 juta X 100% = 45.5%
  2. Share SCTV  : Jumlah penonton SCTV  total penonton  X 100% = 4 juta / 11 juta X 100% = 36.4%
  3. Share Trans 7: Jumlah penonton Trans 7total penonton X 100% = 2 juta / 11 juta X 100% = 18.2%
Lalu bagaimana cara AGB Nielsen Media Research melakukan pengumpulan data?

AGB Nielsen Media Research akan membagi populasi data menjadi 2273 dari kota kota di atas, koresponden  tersebut dibagi berdasarkan SES (Social Economic Status) dalam kelas A, B, C, D dan E. Untuk pembagian kelas ini, standarnya dirahasiakan oleh Nielsen. Koresponden sendiri Independen (Bukan Karyawan Nielsen dan Stasiun TV)

Dari AGB Nielsen cuma menjelaskan 
tingkat penyebaran panel didasarkan pada Establishment Survey (ES) di 10 kota besar tersebut. Dari data tersebut kemudian dilakukan pembagian SES (Social Economic Status) berdasarkan populasi yang persentasenya tidak sama antara kelas A, B, C, D dan E. Data yang diambil adalah pola kebiasaan penonton.
Kemudian AGB Nielsen Media Research memberikan Peoplemeter , yaitu sebuah alat survey elektronik pada koresponden yang dipasang pada televisi yang ditonton responden.
Peoplemeter
Peoplemeter akan mengoleksi data koresponden saat menonton televisi. Penonton tentu saja telah diklasifikasikan menurut umur. Biasanya akan diberikan sebuat remote yang berisi tombol-tombol, seperti tombol 1 untuk Papa, tombol 2 untuk Mama dan sebagainya. 

Peoplemeter akan terhubung langsung ke kantor AGB Nielsen Media Research melalui sinyal GSM, Magnetic Media/ FTP untuk memberikan data aktivitas dan perilaku pemilik TV dalam rumah tangga koresponden.

Data yang dikumpulkan AGB Nielsen Media Research  diolah dengan suatu software statistik "Ariana", data yang diolah adalah data-data berupa Pemirsa, Demografi, Program yang ditonton,

Dalam melakukan proyek ini Para pemilik stasiun TV dipersilahkan untuk mengecek validitas data dan hasil survey dengan syarat tidak mempengaruhi atau diluar sepengetahuan si koresponden. Sebagai informasi tambahan, telah terdapat 30 Negara ( Australia, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Armenia, Azerbaijan, Kroasia, Cyprus, Georgia, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Macedonia, Moldova, Polandia, Serbia, Slovenia, Swedia, Turki, Libanon, Afrika Selatan, Republik Dominika, Meksiko, Puerto Rico dan Venezuela. )lebih yang bekerjasama dengan AGB Nielsen untuk melakukan survey dan rating terhadap siaran televisi.

Loading...